Wanita terlahir dengan
segala keindahan dan kebaikan yang ada pada dirinya. Dengan segala kelembutan,
kesabaran, dan keikhlasan yang Allah berikan membuat seorang wanita terlihat
begitu spesial. Ditangan seorang wanitalah kebaikan dan keburukan dunia itu ditentukan,
karena dari rahim seorang wanita akan terlahir pemimpin-pemimpin untuk dunia
ini.
Menjadi seorang ibu
adalah sebuah kesempuran dan pelengkap kehidupan bagi wanita. Bukan hal mudah
untuk melakukan pekerjaan yang kontraknya langsung ditandatangani oleh Allah,
tanpa gaji bulanan dan dengan waktu kerja yang tak terbatas tapi itulah
hebatnya wanita mereka mampu untuk melakukan itu dan begitu senangnya
menyandang gelar sebagai seorang “IBU”.
Ibu rela mengorbankan
nyawanya hanya demi menghadirkan malaikat kecilnya kedunia dengan susah payah
berusaha sekuat teganya melawan maut
yang menghantui setiap detik proses kelahiran itu. Tugas itupun tidak
hanya berhenti sampai disitu dengan sabar ibu merawat,menjaga, dan membimbing
malaikat kecilnya itu agar tubuh menjadi manusia yang begitu hebat dan bisa
menjadi kebanggan untuknya.
Dalam Tanzil-Nya yang
mulia, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan Kami
perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya
dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan
hanya kepada-Kulah kembalimu.“ (Luqman: 14)
Betapa mulianya seorang ibu sehingga Allah SWT
memerintahkan kita untuk patuh, berbakti dan berbuat baik padanya. Dalam sebuah
hadits Rasullah saw bersabda :
“Wahai
Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?”
Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”,
tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi.
“Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971
dan Muslim no. 6447)
Begitu tinggi derajat ibu di mata Allah dan
Nabinya. Dan suatu kewajiban bagi umat islam untuk menghargai, mendoakan dan
berbakti kepada ibu.
Ibu adalah seorang guru yang hebat bagi
anak-anaknya, seorang chef dan accounting yang handal bagi keluarganya. Tiada
kenal lelah bagi seorang ibu untuk selalu bisa memberikan yang terbaik untuk
orang yang dikasihinya. Saat menjelang
tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum
sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah
kebohongan terakhir yang dibuat ibu. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa
dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri
kita tapi ibu tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.
Ibu adalah malaikat nyata
yang Allah kirim kedunia ini. Dengan segala kebaikan yang telah ibu lakukan
tapi tidak sepeserpun dia mengharapkan imbalan atau bayaran atas segala jerih
payahnya bahkan dalam do’a tidak lepas ibu menyebut nama anak-anaknya. Hanya
satu yang selalu diharapkan oleh seorang ibu adalah melihat anaknya hidup
bahagia tidak kurang satu halpun bekal hidup didunia dan dapat meraih
cita-citanya.
“Ibu tidak pernah bisa aku bayangkan bila harus menjalani hidup ini tanpa
hadirmu, tanpa bimbingan darimu dan tanpa kasih sayang darimu. Engkau adalah
wanita yang selalu siaga menjaga dan mengasuhku ketika kaki ini belum kuat
untuk berdiri, ketika perut ini terasa lapar dan haus, ketika kuterbangun
diwaktu pagi, siang dan malam dengan sigap engkau selalu ada. Wajahmu begitu
penuh dengan sinar keridhoan, kesabaran, dan kasih sayang yang selalu terpancar
dibalik lelahmu karenaku. Engkau menangis karena aku, sedih karena aku,
menderita karena aku, dan engkau korbankan segalannya demi aku. Sampai akhirpun
aku tidak akan mampu untuk membayar semua jasamu hanya do’a yang bisa
kupersembahkan untukmu hanyalah tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku
padamu”

No comments:
Post a Comment