Hello

Assalamu'alaikum... welcome in my blog^^

Tuesday, July 31, 2012

"I.B.U" 3 huruf penuh makna


Wanita terlahir dengan segala keindahan dan kebaikan yang ada pada dirinya. Dengan segala kelembutan, kesabaran, dan keikhlasan yang Allah berikan membuat seorang wanita terlihat begitu spesial. Ditangan seorang wanitalah kebaikan dan keburukan dunia itu ditentukan, karena dari rahim seorang wanita akan terlahir pemimpin-pemimpin untuk dunia ini. 

Menjadi seorang ibu adalah sebuah kesempuran dan pelengkap kehidupan bagi wanita. Bukan hal mudah untuk melakukan pekerjaan yang kontraknya langsung ditandatangani oleh Allah, tanpa gaji bulanan dan dengan waktu kerja yang tak terbatas tapi itulah hebatnya wanita mereka mampu untuk melakukan itu dan begitu senangnya menyandang gelar sebagai seorang “IBU”.

Ibu rela mengorbankan nyawanya hanya demi menghadirkan malaikat kecilnya kedunia dengan susah payah berusaha sekuat teganya melawan maut  yang menghantui setiap detik proses kelahiran itu. Tugas itupun tidak hanya berhenti sampai disitu dengan sabar ibu merawat,menjaga, dan membimbing malaikat kecilnya itu agar tubuh menjadi manusia yang begitu hebat dan bisa menjadi kebanggan untuknya.

Dalam Tanzil-Nya yang mulia, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)

Betapa mulianya seorang ibu sehingga Allah SWT memerintahkan kita untuk patuh, berbakti dan berbuat baik padanya. Dalam sebuah hadits Rasullah saw bersabda :

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

Begitu tinggi derajat ibu di mata Allah dan Nabinya. Dan suatu kewajiban bagi umat islam untuk menghargai, mendoakan dan berbakti kepada ibu.

Ibu adalah seorang guru yang hebat bagi anak-anaknya, seorang chef dan accounting yang handal bagi keluarganya. Tiada kenal lelah bagi seorang ibu untuk selalu bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang dikasihinya. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tapi ibu tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Ibu adalah malaikat nyata yang Allah kirim kedunia ini. Dengan segala kebaikan yang telah ibu lakukan tapi tidak sepeserpun dia mengharapkan imbalan atau bayaran atas segala jerih payahnya bahkan dalam do’a tidak lepas ibu menyebut nama anak-anaknya. Hanya satu yang selalu diharapkan oleh seorang ibu adalah melihat anaknya hidup bahagia tidak kurang satu halpun bekal hidup didunia dan dapat meraih cita-citanya.  

“Ibu tidak pernah bisa aku bayangkan bila harus menjalani hidup ini tanpa hadirmu, tanpa bimbingan darimu dan tanpa kasih sayang darimu. Engkau adalah wanita yang selalu siaga menjaga dan mengasuhku ketika kaki ini belum kuat untuk berdiri, ketika perut ini terasa lapar dan haus, ketika kuterbangun diwaktu pagi, siang dan malam dengan sigap engkau selalu ada. Wajahmu begitu penuh dengan sinar keridhoan, kesabaran, dan kasih sayang yang selalu terpancar dibalik lelahmu karenaku. Engkau menangis karena aku, sedih karena aku, menderita karena aku, dan engkau korbankan segalannya demi aku. Sampai akhirpun aku tidak akan mampu untuk membayar semua jasamu hanya do’a yang bisa kupersembahkan untukmu hanyalah tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu”

No comments:

Post a Comment